PIL KA-NGEN, BUKAN PIL-KABE, APALAGI PIL-KADA.

Semacam catatan rasa syukur oleh Afif Amrullah atas segera di launchingkanya kejabur.com

Tiba-tiba saja. Ya, tiba-tiba saja. Di penghujung hari senin yang melelahkan setelah seharian bekerja, ketika malam khusyu pada kesunyianya, saya mendadak terserang virus kangen akut kuadrat. Lho, kok sepertinya berbahaya. Cepat-cepat panggil dokter atau klinik terdekat supaya virus tadi tidak berkelanjutan. Mboten, mboten, ini virus kangen yang baik bagi kesehatan. Tentu saja kesehatan jasmani dan rohani. Memang, yang namanya kangen itu selalu datang tiba-tiba. Kangen tidak memandang ruang dan waktu. Dimana saja dan kapan saja “si kangen” itu mendadak bisa bersarang di hati siapa saja.

“Wis mas, kesuwen, aja ceramah,”. Tiba-tiba ada yang memotong, Entah itu suara dari mana.

“Jane Sampeyan lagi kangen karo sapa?”,  suara tadi melanjutkan pertanyaan.

Merinding. Ada suara kok nggak ada orangnya sih?…

Sebentar, saya baca ayat kursi, surat al-fatihah, an-nas, al-falaq, dan al-ikhlas dulu. Siapa tahu suara tadi dari dimensi lain. Hiiii..

“Lah, mas palah ngaji koh”

“Cepetan di ceritakna jan-jane lagi kangen karo sapa?,”. Suaranya muncul lagi.

Saya cek lagi, ealah, ternyata itu suara dari pembaca yang budiman He he he.

Memang, suara yang sejati adalah suara yang datang dari kerinduan seseorang pada seseorang dan seseorang dengan seseorang yang di dalamnya mengandung ikatan batin, ikatan persaudaraan dan ikatan-ikatan lainya yang saling mengikat. Jadi, Insya Allah kita memang saudara yang saling disatukan oleh Yang Maha Menyatukan walaupun kita saling berbeda ruang, Amiin…

Jadi begini, malam itu saya mencoba berselancar di dunia maya sampai ketemu deh sama yang namanya “Kejabur.com : Media Informasi & Silaturahmi Warga kejabur”. Walaupun belum secara resmi di launchingkan dan masih ada tulisan “SEGERA TAYANG” lengkap dengan foto gerbang pintu masuk Dusun tercinta Kejabur, Tapi, itu sudah membuat kangen saya kepada Kejabur bertumbuh dan mekar.

Kemudian, Ini hebatnya, : “Kejabur.com”, selain sebagai penyebar virus kangen, ia juga berfungsi sebagai pil kangen yang bagi saya, boleh “diminum” tiga kali sehari, lima kali sehari, tujuh kali sehari atau berapapun sehari yang pasti ia menyebabkan sekaligus menyembuhkan. Hebat bukan?

Saya mencoba memotret sedikit tentang dusun ini. Sedikit saja, banyaknya nanti. Kejabur, dusun yang merupakan paling selatan dari Desa Sidamulya, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Dusun yang berada pada lingkaran sawah-sawah yang membentang, kanan sawah, kiri sawah, depan sawah dan belakang juga sawah. Atau, silakan mau di lihat dari sudut yang mana dengan derajat kemiringan berapa Kejabur akan tetap di kelilingi oleh sawah yang luas, indah, dan ijo royo-royo.

Kejabur, dusun yang diisi oleh berbagai unsur baik agama, sosial, budaya, kesenian dan olahraga, serta dari segala macam profesi ada semua disini. Misal, dari unsur keagamaan kejabur memiliki dua masjid : Masjid Jami’ Baitul Muslimin atau lebih dikenal dengan sebutanya Mesjid wetan dan Masjid Jami’ Baiturrahiim dengan Mesjid Kulon. Keduanya saling menguatkan satu sama lain untuk menciptakan atmosfer keagamaan yang kental melahirkan ”baldatun thoyibatun wa robbun ghofur” . itu hanya satu contoh dari banyak kekayaan yang di titipkan oleh Gusti Allah kepada Kejabur. Belum lagi orang-orangnya yang ampuh dan tangguh-tangguh di bidangnya masing-masing. Nantinya, saya pribadi juga akan banyak belajar melalui media ini kepada warga kejabur semua. Belajar sinambi ngobati kangen.

Lalu, tak ingin berpanjang lebar, saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada pencetus ide yang telah membangun sarana komunikasi, silaturahmi, dan nomboni kangene ati. Semoga ide ini adalah amal jariyah yang akan mengalir sampai anak cucu kelak yang akan digantikan dengan pahala yang berlipat-lipat dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Tentu, salam kangen saya kepada semua warga kejabur. Baik yang menetap, atau merantau dimana saja : Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan, Sumatera, Korea, Taiwan, Hongkong, Kuwait, Malaysia, Arab Saudi dan segala penjuru bumi. Semoga silaturahmi semakin terjaga, semoga dalam keadaan yang sehat wal-afiat kita akan dipertemukan kembali di Dusun Kejabur tercinta.

Sebelum mengakhiri tulisan pil kangen ini, tidak berlebihan kalau saya katakan bahwa, “Kejabur dapat menyebabkan kangen, serangan rindu, dan kepingin pulang mendadak”. He he he

“Kejabur I love You”. Temenan.

Jakarta, 28 Maret 2016